Monday, September 17, 2007

tracking "Project H"..

18th September 2007
Morning breath, Melodic atmosphere..



[halaman ini tak akan kutulis sebagai sebuah Chapter, karena tulisan yang akan kubuah kali ini menyatakan sebuah kegagalan dan kebodohan pribadi, tetapi aku tetap akan menuliskannya untukmu sehingga kau tidak akan mengalami kesalahan yang pernah kulakukan ini..]


Kucoba untuk memanggil ingatan itu yang entah kutaruh di bagian mana di otakku yang masih mengantuk ini..

"Project H", aku menjalankan program ini bersama dengan seorang kawan,sebut saja dia Mr.M...
Masih kuingat cukup jelas, malam itu kami sedang bertukar pikir, bercerita, dan membayangkan apa yang sebenarnya tidak dapat kami bayangkan, menghayal memang indah, kata orang-orang setiap manusia haruslah ia punya mimpi dan bermimpilah! karena mimpi dapat menjadi kenyataan..betulkah begitu? Secara pribadi aku tidak begitu setuju dengan pernyataan itu, karena hidup tidaklah semudah dan sebatas bermimpi, namun tetap haruslah engkau menimba, bekerja, berusaha, dan mengejarnya...

Suatu malam pembicaraanku mungkin membangunkan inspirasi M, dari pembicaraan kami yang santai perlahan-lahan mengarah ke sebuah pembicaraan yang cukup menarik, dan juga menegangkan.. Bayangkan seorang pria yang berusia remaja hidup dilingkungkan pemburu yang haus wanita, sedangkan wanita yang tersedia tidaklah mencukupi atau tidak dapat mencukupi kebutuhannya? Apa yang akan ada di benak kalian ketika anda mengalami kekosongan yang hanya dapat diisi dengan senyum tawa, peluk hangat, dan cium mesra seorang wanita? Dan kekosongan itu sudah berlanjut dan mengalir di dalam darah daging anda dalam waktu yang sangat lama?

Mungkin pembicaraan malam itu saya anggap sebagai pembicaraan pencarian asmara?rasanyapun kurang tepat... tetapi malam itu saya membagikan pengalaman-pengalaman saya pada M..rasanya setelah mendengarkan pengalaman saya, M tidak merubah surut sunyi suaranya..nadanya tepat tidak begitu terdengar lebih bersemangat.. rasanya pembicaraanku tidak menjernihkan sedikitpun pikirannya..

memang pengalaman hanyalah sebagai pemandu, yang penting tetaplah bagaimana kita menghadapi, menanggapi, dan menyelesaikan dengan baik apa yang ada di depan kita..
terhening sejenak.. tiba-tiba terlintas sebuah pikiran di dalam otakku yang ingin melakukan pencobaan langsung yang dapat dipelajari secara langsung oleh M..
ketika kami setuju untuk melakukan itu, kamipun memberinya nama "Project H"

Aku ingin membantu M dengan memperlihatkan bagaimana cara untuk mendekati seorang dewi yang tidak kenal dengan dewa siapa ia sedang berbicara, namun dewapun tetap dapat menjatuhkan hatinya.. terkesan menantang pertama-tama dihatiku.. segera aku membabi buta seorang dewi yang ada di daftar buku namaku..
aku pun tidak mengulur waktu dan menunda sedikitpun, segera kukirim sebuah pesan malam manis, dan sedikit menggoda Dewi itu untuk membalas..
Haha! jatuh juga si Dewi pada perangkap pertama pikirku...iapun membalasku dengan cepat, dan kami saling mulai berbincang sedikit-sedikit.. namun ketika kami salng berkenalan, bertukar nama.. terkejutlah saya.. ternyata Dewi yang pertamanya akan menjadi kelinci pencobaanpun salah sasaran, saya mendapatkan alamat Dewi itu dari seorang kawan di gunung silat Atma Jaya, ternyata teman saya salah menafsirkan wajah Dewi yang saya tunjuk dan memberi saya alamat yang salah.. tak tahan menutup rasa malu, akupun meminta maaf pada Dewi tersebut.. sampai hari ini akupun tidak pernah berbincang dengan Dewi itu lagi...

"Project H" sebuah kegagalan dan kebodohan yang memalukan bukan? Aku tertawa pada diriku sendiri dan berpikir.. masakah aku yang banyak pengalaman ini jatuh pada sebuah kecerobohan yang tidak seharusnya terjadi..

tulisan ini kiranya juga mengingatkan kalian hai pada Dewa, jangan memulai suatu pembicaraan dengan seorang Dewi yang sama sekali kalian tidak tahu apapun tentangnya, dan jangan terlalu sombong dan percaya diri, terkadang kesalahan kecil saja bisa merusak semua karya yang di belakangnya..

Tsun Ze pernah berkata : "salah mengangkat 1 pion dalam catur,walaupun hanya 1 pion saja sudah cukup merusak strategi selanjutnya..."

mungkin kita dalam membahasakannya sebagai "karena nila setitik, rusak susu sebelangga.."

Sekian tulisanku di pagi hari ini, aku hendak mendaki ke gunung Atma dalam waktu beberapa senja lagi. Kalian yang sudah membaca tulisanku kiranya cepatlah membalasku, karena aku tak tahan berbincang dan bergurau sendirian disini..


Sekian tulisanku hari ini..
Blackdove

1 comment:

Blog of Our Life said...

eh wan, u nulis jgn sok puitis dr atas ampe bwh donk, capek bacany... klo satu bagian doank gpp...