16th September 2007
Jakarta, malam sunyi, perut kenyang..
Sambutan dari penulis,..
Kalau kata orang malam2 habis ketik tugas enaknya istirahat, apa itu istirahat?Nonton TV? Main Game? Pacaran? Bagiku semua itu kewajiban utama..bukanlah beristirahat...
Sekiranya aku menulis adalah aku beristirahat...
semakin panjang yang kutulis, semakin lama aku beristirahat..
aku akan menuliskan irama hariku beserta dengan panggungnya, kiranya dapat membuatmu lebih terenung akan apa itu hari dan hidup...
Chapter I
[Record's On]
Satu minggi yang lelah inipun telah terkubur harinya bersama dengan tulisan ini, ketika kulihat kebelakang.. Apalah itu yang terjadi padaku? Suatu hari dimana pagi baru terbangun dari tidurnya yang nyenyak, akupun beranjak dari rumahku untuk pergi berkuliah.. Nikmatnya angin pagi dengan sinar yang masih belum begitu hangat.. Membuat hati sejuk terus berangan.. Aku melihat orang-orang dengan senyum barunya menghadapi hari barunya masing-masing.. Akupun terdorong semangat untuk segera menyelesaikan hari ini dengan penuh semangat.. Vario, temanku yang baik hatipun senang melihatku bersemangat, iapun mengencangkan langkahnya dan mengantarku sambil menikmati suasana yang masih sejuk ini..
Entah mataku tertutup kabut... atau halusinasikah diriku? Tak jauh dariku..sekitar kurang lebih jarak lima belas langkah dari tempat Vario beranjak, aku seperti melihat si buta dari komplek sebrang mengendarai babinya keluar... aku sangat terkejut! Variopun rasanya tidak dapat menahan langkahnya yang begitu cepat, walaupun ia telah berteriak untukku,tetapi nampaknya si buta itu tidak hanya buta biasa...namun iapun tuli rasanya...terpaksa aku membanting diriku dan Vario menjauh dari sibuta dan babinya.. [aku kehilangan keseimbangan bersama Vario..lalu...] Geebraaaakkk....NYeettTTtt...Zurrfff....!!
"ada apa..! ada apa..!" seorang pria tua berjubah satpam lari keluar dari gerbang yang ia jaga dan dengan hatinya yang sangat tulus ia membantu aku dan Vario yang terjatuh...Kakiku terasa sangat sakit untuk berdiri..sejenak aku duduk di pinggir jalan,batu yang berdebu, di samping sebuah warung makan.. "nak muda..tak apa2?[dikeluarkannya sebatang Malboro dari kantungnya..]"nak..ngaso dulu[sambil menawarkan rokoknya itu, tetapi aku tidak mengambilnya]..hendak pergi kuliah ya nak?kalau tidak kuat jangan dipaksakan.." aku menahan sakit itu dibalik senyuman ringanku dan menjawabnya dengan pelan "tidak apa-apa pak.. hanya luka kecil..sebentar juga sudah tidak sakit lagi...hehe" lalu pria itupun berbalik ke tempat penjagaannya.. sambil menahan rasa sakit, aku meratap ke Vario yang tak begitu jauh dariku.. tanpa expresi..aku tahu pasti dia merasakan yang lebih sakit dariku karena itu adalah pertama kalinya ia jatuh seperti itu.. Hatiku tiba-tiba berputar rasanya dari yang tadinya tenang menjadi tenggelam dalam kolam dendam terhadap sibuta dan babi merahnya...
Aku mencoba untuk membangunkan Vario,.. Sedih aku rasanya Vario terdiam sejenak dan tak dapat terbangun dari tragedi itu rasanya.. butuh 2-3menit untuk aku membangunkannya akibat dari jatuhnya yang cukup menyakitkan itu...setelah itu akupun memaksakan tubuhku, mencoba memanipulasi perasaan sakit itu walau aku tak mampu..sepulang dari kuliahku...aku melihat bekas luka tadi pagi...darah membungkus kulitku di beberapa tempat,akupun membersihkannya perlahan-lahan...
Hari ini tanganku hanya ingin menuliskan sedikit pedihku minggu lalu... sekiranya kudapat waktu lagi, akan kulanjutkan di lembar selanjutnya...
end of writting...
Blackdove.
Sunday, September 16, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment